.
.
.

Duhai Sahabatku...

14 Agustus, 2009

Who am I? Selalu saja terlintas di benakku akan hal itu. Entah apa yang sedang kupikirkan ini, aku pun berusaha menghilangkannya dan mengisi pikiranku yang kosong dengan mimpi-mimpi. Bagiku, tak seorang pun yang bisa menghindari penderitaan dan kekalahan dalam hidup ini, hanya saja bagiku lebih baik kalah dalam pertempuran memperjuangkan mimpiku ketimbang harus dikalahkan tanpa aku ketahui apa yang harus aku perjuangkan, meskipun aku tahu, nafs dan hulubalangnya takkan membiarkan begitu saja pikiran dan hati menguasai medan pertempuran ini..aku yakin aku bisa mempertahankan mimpi-mimpiku tuk kubingkai pada kemungkinan-kemungkinan hari esok. Dan aku pasti menjadi bagian dari kemungkinan itu......
Sahabatku,...kuharap engkau mendengarku!!...perhatikanlah aku! Tahukah kamu dimana kita mulai membangun mimpi-mimpi itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah MAN 2 Banjarmasin, disitu lah awal dari mimpi-mimpi itu..
Aku merasa tidak ada yang menjadikan aku istimewa di tempat itu, entahlah dengan kamu?? namun bagiku, di situ dan pada saat itu lah keteladanan, persahabatan, nilai kebaikan dan nilai keburukan begitu terasa berarti, kenapa demikian? Karena di MAN 2 ini lah kepribadian kita bermetamorfosis tuk menjadi insan sejati...aku teringat; terkadang aku merasa kamu adalah orang asing bagiku, tapi aku pun sadar kamu juga adalah inspirasiku. Adalah hal yang wajar pikirku, karena memang fase ini sangat sulit untuk dilalui...
Sahabatku, kita telah banyak melewatkan hari-hari bersama di sana,...aku teringat akan suatu peristiwa dan kekonyolan-kekonyolan yang telah kita lalui, entah engkau masih mengingatnya atau kah hiruk pikuk kesibukan dunia telah membuatmu mudah melupakannya? Yang jelas, aku ingin kita sama-sama belajar berbenah dari semua kisah kita...
Masih segar dalam ingatanku, ketika masalah begitu mudahnya hampir memisahkan persahabatan kita, namun di sini lah peranku sebagai sahabatmu ini. Ingatlah, bila engkau telah merasakan sulit untuk mengeluarkan pendapat yang tepat dan pemandanganmu terhadap materi persoalan telah rusak, maka anggaplah dirimu telah melakukan kesalahan karena pergaulanmu dengan orang yang tidak mempunyai watak yang baik atau pemikirannya jelek. Dan cepatlah memperbaiki karakter pandanganmu dengan sering berhubungan dengan orang-orang bijak dan sering bergaul dengan orang-orang yang mempunyai pemandangan yang benar, sebab kesungguhan berunding dengan mereka akan melonggarkan kesulitan menyampaikan pendapat dan bisa mengembalikan kebenaran yang telah hilang... Sahabatku, ku harap, aku ada diantara mereka itu...

Aku dan Tuhanku

03 Agustus, 2009

Dikabarkan dari Tsabit al-Banani tentang seorang lelaki yang pada suatu hari mengatakan kepada saudara-saudaranya : "Sesungguhnya aku mengetahui kapan Tuhanku mengingatku". Lalu mereka terkejut mendengar hal tersebut dan mengatakan: "kamu mengetahui kapan Tuhanmu mengingatmu?". Ia menjawab: "iya". Mereka bertanya: "kapan?". Ia menjawab: "ketika aku mengingatNya, Dia mengingatku." Ia juga mengatakan: "Dan aku mengetahui kapan Tuhanku mengabulkan (do'a) ku". Maka mereka merasa heran atas perkataannya ini, mereka mengatakan: "kamu mengetahui kapan Tuhanmu mengabulkan (do'a) mu?". Ia menjawab: "iya". Mereka bertanya: "lalu bagaimana mengetahuinya?". Ia menjawab: "ketika hatiku takut, kulitku merinding, mataku banjir oleh air mata, dan hatiku lapang untuk berdo'a, maka ketika itu lah do'a ku dikabulkan".